Selembar Undangan Ilahi
Engkau telah diundang untuk menemui
Sang Sahabat.
Tak seorang pun mampu menolak Undangan Ilahi.
Hanya dua pilihan tersisa
Untuk kita sekarang:
Kita penuhi undangan Tuhan
Bergegas untuk Menari,
Atau
Dibawa di atas usungan
Menuju Bangsal Nya.
Engkau tak perlu lagi berlaku gila
Kita sernua tahu kau begitu pintar memerankannya.
Sekarang beristirahatlah, sayangku,
Dari semua keria keras yang engkau lakukan
Membawa luka kepada jantung dan mata manismu.
Tajamkan matamu pada cermin gunung
Yang bening
Lihatlah sang Pejuang Purba yang Indah itu
Lalu tengoklah unsur unsur Ilahi
Yang selalu engkau bawa dalam kalbumu
Lakukanlah sampai ia mengalirkan Semesta dengan
Kehidupan suci
Yang telah begitu lama
Dan bergabung denganmu Selamanya
Bersama segala Wujud bersama Tuhan!
Kita Mesti Bicara tentang Masalah Ini
Sesosok Makhluk Cantik
Hidup dalam liang yang engkau gali.
Ketika malam menjelang
Kusebar buah dan benih
Dan kupasang bejana bejana kecil anggur dan susu
Di samping gundukan tanahmu yang lembut,
Dan aku seringkali berkidung.
Tetapi masih saja, duhai sayangku,
Engkau tidak menampakkan diri.
Aku telah jatuh cinta pada Seseorang
Yang sembunyi di relung dirimu.
Kita mesti bicara tentang masalah ini
Kalau tidak,
Tak ‘kan kutinggalkan engkau sendiri
Imajiku yang Cemerlang
Suatu hari mengakulah matahari,
Aku hanyalah sebuah bayang.
Kuharap aku bisa menunjukkanmu
Cahaya Pijar yang Tak Berbatas
Yang telah memerangkap imajiku yang cemerlang!
Kuharap aku mampu menunjukkanmu,
Ketika kau kesepian atau dalam kegelapan,
Cahaya yang Menakjubkan
Wujudmu sendiri!
Sumber: The Islamic College,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar